Laman

Kamis, 12 April 2012

Trading tanpa system yang jelas = bunuh diri


Ini mungkin bisa dibaca gan untuk mengatasi kegalauan dalam kondisi Down.

I. DISIPLIN DIRI

Disiplin dalam trading itu mutlak hukumnya.
Setiap bisnis selalu ada plan atau rencana dalam operasinalnya sehari-hari. Demikian juga dengan trading, anda pasti punya plan yang harus anda jalankan. sebagai contoh :
1. Saya hanya menggunaan periode M30 saja,
2. Setiap posisi yang saya ambil saya pasang TP 10,
3. Setiap open posisi selalu ada Stop Loss (SL) 50 pips,
4. Indocator yang digunakan adalah Parabolic SAR,
5. Hanya mengambil posisi pada SAR pertama,
6. Hanya menggunaan margin 10% saja.

Itulah contoh plan . Nah sekarang anda juga harus membuat plan. Lalu anda harus mengikuti plan anda dengan disiplin. Banyak sekali trader merasakan kehancurannya karena tidak disipilin. Mereka mengakuinya. Misalnya mereka tau kalau tidak boleh ambil posisi pada SAR kedua, tapi itu mereka lakukan juga karena menurutnya saat itu harga masih bagus.

Anda sulit untuk sukses dalam trading kalau anda tidak mengikuti plan anda dengan sisiplin. Suatu ketika anda akan kebingungan sendiri ketika terjadi hal-hal yang tidak anda inginkan akibat ketidak disipinan anda. Contoh nyata dan banyak dialami oleh para trader adalah memakai margin melebihi 10%. Ketika terjadi floating maka saat itu juga muncul dilema. Pertama, floating membuat modal berkurang drastis karena margin yang digunakan besar. Kedua, floating besar sangat menakutkan kalauharus di cut loss (dibuang). Oleh karena itu untuk contoh diatas, patuhlah pada semua aturan yang anda buat.

Dilema di atas tidak akan terjadi jika saja anda tidak melanggar plan nomor 3 dan nomor 6.

Intinya apapun strategi anda, apapun indicator yang anda gunakan, disiplinlah dan konsisten dengan strategi anda itu. Ketika ternyata strategi anda berjalan dengan baik, maka jangan anda ubah strategi anda itu. Jangan mudah mengubah strategi karena --mungkin-- banyaknya opini dan tawaran strategi pada chatroom Marketiva.. Selamat berdagang...!

II. EMOSI TRADER

How To Control Fear And Greed In Trading
Ada satu pepatah yang menyebutkan bahwa pasar dikendalikan oleh katakutan dan keserakahan. Siapa saja yang melakukan trading lebih dari 2 posisi umumnya pasti pernah merasakan 2 macam emosi tersebut.

Semua trader berpengalaman dalam masalah emosi. Perbedaan antara trader yang sukses dengan yang gagal adalah dari bagaimana cara mereka menghadapi emosi tersebut. Mari kita lihat bagaimana emosi ini mempengaruhi seorang trader yang sukses dan trader yang gagal dalam berbagai skenario:

Skenario1: Tiga transaksi sebelumnya mengalami kegagalan.

Trader yang gagal akan menyadari ini sebelum ia ambil posisi di market dan senantiasa dalam ketakutan kalau-kalau transaksinya kali ini akan gagal lagi. Hal ini hanya akan membuang waktu hanya untuk memastikan bahwa dia dalam posisi yang benar. Sehingga pada akhirnya ia akan ketinggalan entry level yang bagus tersebut. Mereka mungkin pada akhirnya akan mencari-cari factor lain, yang kira-kira belum dipikirkan, sehingga mendapatkan alasan untuk tidak masuk market. Kesimpulannya dia akan selalu dihantui oleh rasa takut akan mengalami kegagalan lagi.

Trader yang sukses akan mencoba strategi mereka dan bisa memaklumi akan adanya kemungkinan loss yang beruntun dari penggunaan strategi mereka. Mereka akan selalu mengukur tingkat kesuksesan dengan menggunakan sistem tersebut baik ketika sedang menang maupun sedang kalah.

Skenario2: Sesaat setelah masuk ke market, ternyata market price bergerak melawan prediksi.

Trader gagal akan segera merasa takut kalau dia telah melakukan sebuah kesalahan. Mereka akan menunggu dan berharap bahwa market akan segera berbalik arah menuju yang mereka inginkan. Rasa ‘takut akan melakukan tindakan yang salah lagi’ telah berhasil mengendalikan pikiran mereka dan kebijaksanaan trading mereka, mereka bahkan mungkin akan menggeser posisi Stop Loss mereka menjauhi Open Position dengan tujuan supaya Stop Loss tersebut tidak disentuh oleh market price. Mereka mungkin juga akan mengabaikan trading itu begitu saja dan berharap market price akan segera berbalik arah, paling tidak ke posisi breakeven – seorang yang awalnya adalah daytrader kini bisa berubah posisi menjadi trader ‘penggeser posisi’ dan beberapa hari kemudian mungkin beralih status lagi menjadi trader jangka panjang yang menerapkan strategi buy dan menahan posisi.

Trader yang sukses, tentu saja, akan tahu berdasarkan beberapa percobaan yang telah ia lakukan terhadap sistemnya, bahwa setiap masuk ke market pasti ada peluang tradingnya akan berhasil dan ada peluang juga akan menyentuh stop loss-nya. Stop Loss yang sudah dipasang akan berada pada tempatnya dan tetap berada pada tempatnya. Stop yang digunakan memberi petunjuk di mana ia akan keluar dari market, bukan petunjuk seberapa takut dia akan gagalnya trading.

3. Skenario3: Saat masuk ke market, tiba-tiba market bergerak dengan sangat cepat menuju arah yang diinginkan (arah profit).

Trader yang gagal akan segera membayangkan sebuah villa di bawah terik matahari dan sebuah mobil sport terbaru terbayang-bayang di dalam kepalanya. Lalu dia kemudian akan memindahkan price targetnya menjauh dan memutuskan untuk membiarkan market terus bergerak berharap akan mengenai target yg telah digeser menjauh tersebut. Keserakahan telah membutakan dirinya dan ‘rencana’ sebelumnya (jika memang ada). Tentu saja, market jarang bergerak ke satu arah untuk waktu yang lama dan saar market berbalik arah keserakahan itu akan segera berubah menjadi ketakutan hingga impian-impian yang tadi akan sirna seketika dan trader gagal ini akan menunggu hingga market price kembali ke tempat asalnya waktu ia masuk ke market. Daytrade kini berubah menjadi position trade.

Sedangkan Trader yang sukses telah menset target sebelumnya, harga yg spesifik atau waktu yg spesifik dan akan disiplin dengan prinsipnya itu. Jika satu trading berhasil membawa profit hanya dalam waktu 5 menit, maka sudah! Itu bagus! Banyak trading-trading lain yg tidak bisa secepat itu.

Ketakutan dan keserakahan adalah emosi manusiawi. Kita tidak bisa merubah 2 emosi tersebut. Namun berikut ini ada beberapa tips:

1. Kenali sistem Anda.
Jika Anda telah cukup percaya diri dengan sistem yang Anda gunakan, maka perasaan itu akan bisa menguasai rasa ketakutan dan keserakahan tadi. Kepercayaan diri terhadap system hanya akan dapat terjadi dari desain sistem yang bagus dan percobaan-percobaan yang dilakukan.

2. Otomatisasikan sistem Anda.
Komputer tidak akan pernah merasakan ketakutan maupun keserakahan, mereka tidak akan berdoa untuk keajaiban dan berteriak histeris saat membuat keputusan yang salah. Mereka hanya akan stop, jika mereka memang diperintahkan untuk itu.

3. Manajemen keuangan.
Cukup sederhana, tidak perduli seberapa bagus sistem Anda, Anda harus sensitive terhadap jumlah dana yang Anda miliki dan kalkulasikan seberapa besar Anda bisa menerima kekalahan.

III. MENTAL TRADER

Pernah dengar mental trader? Mungkin sudah ya? Mental trader itu diuji ketika terjadi floating pada poisi yang ia ambil. Juga bisa terjadi ketika harga bergerak cepat berlawanan dengan arah posisi dia saat itu.

Untuk kasus harga yang bergerak cepat ke satu arah, anda bisa menggunkan indicator Ichimoku Kenko Hyo untuk mengetahui apakah harga benar-benar akan menjadi tren ke arah tersebut?

Saat menghadapi kejadian seperti itu, perhatikanlah grafik garis "merah" dan garis "biru" pada ichimoku. Kalau garis merah tidak berubah, maka anda harus tenang saja karena gerakan itu tidak akan berlanjut. Disinilah mental anda akan diuji. Adakalanya pergerakan itu cukup jauh yang membuat kebanyakan trader gugup dan buru-buru melakukan cut loss atau melakukan tindakan lain yang jauh lebih jelek yaitu hedging.

Mental trader harus dipunyai oleh seorang trader. Ada lagi hal lain yang bisa membuat trader ciut misalnya terjadi loss berturut-turut sampai 4 kali. Bila anda perhatikan chart pada waktu-waktu yang lalu anda akan menemukan bahwa adanya signal --misalnya SAR-- akan tetapi harga tidak berubah dari pagi sampai sore, bahkan berlanjut sampai besok sore. Kalau anda menemukan pasar yang seperti itu, maka kemungkinan besar anda akan loss beruntun padahal anda sudah mengikti signal dengan benar. Pasar seperti ini namanya "sideway". Ancaman terbesar bagi kita adalah sideway ini.

Bila anda tau pasar sedang sideway maka indicator saat itu tidak berlaku, kalau anda tetap mau trading saat itu.. itu namanya swing.. jadi anda harus perhatikan gelombang harga yang bolak-balik dari suatu ketinggian tertentu sampai pada level rendah tertentu lalu balik lagi ke atas (kelihatan jelas pada periode M15). Tetap mau trading? Baik, lakukanlah buy pada dasar gelombang dan TP 10 poin saja.. dan lakukan sell pada puncak gelombang TP 10 poin saja. Maka anda sudah melakukan "Swing Trade" namanya atau ada juga yang menyebutnya copi-copi atau coping-coping.

So.. tumbuhkan mental trader dalam diri anda, bukan mental judi lo ya?


IV. TAHAN NAFSU ANDA

Nafsu juga bisa menghancurkan lho..
Bagaimana tidak karena sudah sangat banyak contohnya. Greedy! Semua penasehat trader di seluruh dunia akan menganjurkan jangan "greedy" jangan "serakah". Serakah itu nafsu.

Keserakahan akan tampak pada jumlah margin yang anda gunakan dalam trading. Penggunaan margin 10% itu adalah normal. Maka ketika anda menggunakan margin mulai melebihi 10% maka anda harus hati-hati karena boleh jadi keserakahan sudah mulai merasuk di hati anda :-) Anda boleh saja menghitung ah 20% masih aman kok, atau 30% masih aman kok.. tapi itu greedy, serakah. Karena penggunaan margin yang besar akan menghasilkan output yang besar pula baik plus maupun minus.

Kebisaan seperti itu mudah mati oleh pergerakan pasar yang tidak satupun bisa mengendalikannya. Anggap saja margin digunakan 20% dengan kemampuan menahan float 500 poin. Tapi ketika mencapai 50 poin saja minus trader sudah gugup dan cut loss (untuk modal $1000 itu berarti cut loss $100), ambil posisi baru 20% lagi dan floating 200 poin misalnya... itu berarti sudah $400, sisa margin tinggal $500.. sudah kelihatan mau rugi, cutloss kebesaran, hedging takut balik lagi.. nah mending dari awal-awal sekali janganlah serakah

Pakai saja 10% margin anda. Toh jika modal anda $1000 dengan 10% margin itu, bila anda dapat rata-rata 20 poin saja satu hari, itu berarti satu bulan anda memperoleh 20 x 20 hari kerja = 400 poin alias $400 itu sudah 40% sebulan. Yakinlah bahwa 40% itu adalah suatu hasil yang luar biasa!

Jangan serakah, jangan greedy, tahan nafsu anda untuk ingin cepat kaya

V. JAGA MARGIN ANDA

Penggunaan margin.. berhubungan dengan nafsu dan managemen modal. Bila anda disiplin dengan memasang Stop Loss (SL) misalnya 50 poin (lakukan study berapakah SL yang ideal?) maka anda tidak akan pernah floating melebihi 50 poin. Tapi bila anda serakah dan takut kehilangan 50 poin maka anda memiliki potensi untuk floating besar.

Disaat floating itu (10% margin) berarti anda sudah tidak bisa ambil posisi baru sampai posisi yang floating close! Tapi mungkin anda tidak mau kehilangan kesempatan ketika ada signal bagus, maka anda open lagi 10% margin. Total sudah 20% margin. Bagaimana kalau posisi kedua ini floating lagi? Kalau sama-sama BUY maka floating akan semakin besar. Kalau satu BUY satu lagi SELL maka total floating tidak akan berubah..., akan tetapi untuk bisa profit anda harus ambil posisi lagi... masihkah cukup margin untuk ambil posisi baru? Ini dari awal harus anda perhitungkan. Kalau terjadi hal begini, maka anda akan ambil tindakan ini dst dst.

Jadi ada rangkaian plan yang harus anda patuhi semua, lihat contoh di bagian "Disiplin Tinggi", satu dilanggar maka masalah beruntun akan anda hadapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar :)